Kopdud.com,- Sukabumi adalah tanah yang terus berikhtiar menjadi daerah maju, unggul, berbudaya, dan penuh berkah. Setiap tantangan yang hadir, termasuk bencana alam, dijadikan momentum untuk memperkuat komitmen pemerintah dan masyarakat dalam menjaga keselamatan, keberlanjutan, serta kesejahteraan bersama. Semangat kebersamaan ini menjadi fondasi Sukabumi Mubarokah: daerah yang tumbuh dengan nilai budaya, kepedulian, dan keberkahan yang dirasakan seluruh warganya.
Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah selatan Sukabumi pada Kamis lalu memicu meluapnya Sungai Ciparanje. Luapan air yang melintasi Desa Buniasih dan Desa Tegalbuleud tertahan oleh aliran Sungai Cibuni di bagian hilir. Akibatnya, ratusan hektare lahan pertanian produktif di kawasan Denuh terendam banjir, menimbulkan kerugian besar bagi para petani yang menggantungkan hidup dari hasil panen.
Kepala Dinas PU Kabupaten Sukabumi, Uus Firdaus, menegaskan bahwa peninjauan lapangan dilakukan atas instruksi langsung dari Bupati Sukabumi, Asep Japar.
“Hari ini kami meninjau langsung dampak banjir akibat meluapnya Sungai Ciparanje atas perintah Pak Bupati. Kami diminta untuk terjun langsung menginventarisasi dan mendapatkan informasi yang lengkap terkait kejadian ini,” ujar Uus.
Dalam kegiatan tersebut, Dinas PU tidak bekerja sendiri. Mereka didampingi oleh Camat Tegalbuleud, jajaran Bidang Sumber Daya Air (SDA), Babinsa, serta Kasi Trantibum setempat. Kehadiran lintas sektor ini menunjukkan adanya sinergi antara pemerintah daerah, aparat, dan masyarakat dalam merespons bencana yang hampir setiap tahun melanda kawasan Tegalbuleud.
Lebih lanjut, Uus menjelaskan bahwa pendataan tidak hanya menyangkut kerugian materiil masyarakat, tetapi juga aspek teknis penanganan infrastruktur. Pihaknya akan mengkaji apakah langkah normalisasi sungai atau perbaikan tanggul nantinya menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat atau Pemerintah Kabupaten Sukabumi.
“Sesuai arahan Pak Bupati, kami melakukan pendataan baik dari sisi kerugian maupun penanganannya. Terlepas nantinya itu menjadi kewenangan provinsi, atau Pemda Kabupaten Sukabumi, namun intinya kami merespon kejadian ini,” jelasnya.
Uus menambahkan bahwa perhatian Bupati Asep Japar terhadap persoalan banjir di Tegalbuleud sangat serius. Pemerintah daerah berkomitmen agar bencana tahunan ini tidak terus berulang.
“Prinsipnya Pak Bupati sangat peduli dengan persoalan ini. Harapannya, ke depan bisa ditangani dengan baik sehingga banjir yang terjadi hampir setiap tahun ini tidak terulang kembali,” pungkasnya.






