Kopdud.Com – Sukabumi Mubarokah terus meneguhkan langkahnya sebagai daerah yang Maju, Unggul, Berbudaya, dan penuh Berkah dengan komitmen kuat menuju predikat Kabupaten Layak Anak.
Melalui Gugus Tugas KLA, pemerintah daerah menegaskan bahwa meski saat ini Sukabumi masih berada di peringkat Nindya, semangat kolaborasi lintas sektor terus digelorakan untuk meraih pencapaian tertinggi. Dalam rapat evaluasi di Pendopo Sukabumi, Selasa (28/4),
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sukabumi, H. Agus Sanusi, menyampaikan bahwa capaian evaluasi mandiri hingga 20 April 2026 baru mencapai 578,82 poin dari total 1.000 poin, menurun dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 848 poin.
“Dengan waktu yang tersisa hanya beberapa hari sebelum batas akhir penginputan, diperlukan upaya percepatan yang lebih terarah, terkoordinasi, dan fokus. Keberhasilan Kabupaten Layak Anak bukanlah tanggung jawab satu perangkat daerah semata, melainkan hasil kolaborasi seluruh gugus tugas,” tegasnya.
Ketua Gugus Tugas KLA, Boyke Martadinata, menambahkan dorongan agar seluruh perangkat daerah segera menuntaskan tugas administratif dan melengkapi bukti fisik.
“Masalah anak sudah menyangkut semua sektor, mulai dari pemenuhan psikologi, kebutuhan ekonomi, akses pelayanan kesehatan, hingga intervensi pendidikan. Setiap kebijakan baru, mekanisme, dan aplikasi dari setiap unsur pimpinan harus segera dilaksanakan dan dilaporkan. Waktu kita tinggal dua hari lagi,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya pembagian tugas yang jelas di setiap satuan kerja agar target penilaian tercapai.
Dari tingkat provinsi, perwakilan DP3AKB Jawa Barat, Shindy Dyah Ayu Lestari, menyampaikan bahwa hasil verifikasi sementara menempatkan Sukabumi di angka 750,53 poin, masih bertahan di level Nindya.
“Kami mendorong Kabupaten Sukabumi untuk memaksimalkan sisa waktu dua setengah hari ini. Masih ada lima klaster kelembagaan yang harus dipenuhi datanya oleh teman-teman perangkat daerah. Jika semua mengisi dokumen kebijakan, inovasi, dan MoU, saya yakin nilainya akan terdongkrak signifikan,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa hingga kini belum ada satu pun Kabupaten/Kota di Jawa Barat yang berhasil meraih predikat tertinggi KLA.
Rapat koordinasi ditutup dengan instruksi agar seluruh sektor bergerak cepat melakukan penginputan data secara masif dalam 48 jam ke depan. Semangat Sukabumi Mubarokah yang Maju, Unggul, Berbudaya, dan Berkah menjadi landasan kuat untuk memperkuat perlindungan serta pemenuhan hak anak, demi mewujudkan generasi masa depan yang lebih baik.








