Pemerintah Gerak Cepat Tangani Kekeringan di 1.229 Lokasi, Selamatkan 41 Ribu Hektare Sawah dan Bantu 616 Ribu Jiwa

Berita1 Dilihat

Jakarta — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah menangani dampak kekeringan di 1.229 lokasi yang mencakup sektor pertanian, permukiman, hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga Jumat (21/8).

Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat penanganan dampak kekeringan akibat El Nino kuat di berbagai wilayah Indonesia.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan bahwa penguatan upaya tersebut perlu terus dilakukan mengingat ketersediaan air merupakan fondasi penting bagi keberlanjutan pembangunan, terutama di sektor pertanian yang sangat bergantung pada kepastian pasokan air.

“Layanan air yang berkualitas merupakan tulang punggung pembangunan ekonomi, sosial, dan lingkungan, terutama bagi wilayah yang menghadapi keterbatasan sumber daya air dan dampak perubahan iklim,” kata Dody di dalam pernyataan resminya, dikutip Minggu (23/8).

Berdasarkan data Kementerian PU, sebanyak 1.072 lokasi telah selesai ditangani, sementara 157 lokasi lainnya masih dalam proses penanganan. Dengan demikian, total lokasi yang telah dan sedang ditangani mencapai 1.229 lokasi.

Dari jumlah tersebut, 157 merupakan lokasi sawah, 931 lokasi permukiman, dan 141 titik karhutla.

“Hasil penanganan telah membantu menyelamatkan sekitar 41.252 hektare area sawah serta melayani kebutuhan air bersih bagi 616.033 jiwa,” jelasnya.

Di sektor pertanian, pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk menjaga lahan sawah tetap produktif di tengah ancaman kekeringan. Langkah tersebut meliputi pemompaan air dari sungai ke areal persawahan, normalisasi saluran irigasi, pembuatan saluran darurat, hingga optimalisasi jaringan air.

Dari 157 lokasi penanganan sawah, sebanyak 124 lokasi telah selesai ditangani. Salah satu metode utama yang diterapkan adalah pemompaan air dari sungai ke sawah, yang telah dilakukan di 69 lokasi atau sekitar 43,9 persen dari total penanganan di sektor pertanian.

Sementara itu, di wilayah permukiman, Kementerian PU memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat melalui distribusi air bersih.

Dari 931 lokasi penanganan di kawasan permukiman, sebanyak 811 lokasi telah selesai ditangani. Distribusi air bersih menjadi metode utama yang telah dan sedang dilakukan di 902 lokasi, atau sekitar 96,9 persen dari total penanganan kekeringan di kawasan tersebut.

Untuk penanganan ancaman karhutla, pemerintah telah dan sedang menangani 141 lokasi, dengan 137 lokasi di antaranya telah berhasil dipadamkan.

Dari sisi persebaran, Pulau Jawa menjadi wilayah dengan cakupan penanganan terbesar, yakni 728 lokasi. Penanganan di Pulau Jawa juga telah membantu menyelamatkan 26.346 hektare lahan sawah serta memenuhi kebutuhan air bersih bagi 533.604 jiwa.

“Melalui berbagai langkah tersebut, Kementerian PU terus mengerahkan sumber daya dan infrastruktur yang tersedia untuk menghadapi dampak kekeringan, menjaga ketersediaan air bagi masyarakat, serta melindungi lahan pertanian agar produktivitas pangan tetap terjaga,” pungkas dia.

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments