Pusat Senyum Kemanusiaan Angkat Tema “Teknologi untuk Kemanusiaan” dalam Penguatan Layanan Trauma Healing

Kopduddotkom

Berita385 Dilihat

Kopdud.com, Jakarta – 10/12/2025 | Pusat Senyum Kemanusiaan (PSK) menegaskan bahwa inovasi digital di sektor HAM merupakan salah satu terobosan penting untuk memastikan layanan perlindungan, pendampingan, dan pemulihan korban berjalan lebih cepat, transparan, dan mudah dijangkau. Dalam rilis resminya, Ketua PSK, Anwar Syadad, mengusung tema “Teknologi untuk Kemanusiaan” sebagai simbol perubahan paradigma menuju sistem dukungan korban yang lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat modern, khususnya generasi muda.

Anwar menjelaskan bahwa integrasi teknologi dalam kerja-kerja kemanusiaan bukan lagi pilihan, tetapi keharusan. Salah satu inovasi yang kini banyak dimanfaatkan adalah platform aduan cepat berbasis aplikasi, yang memungkinkan korban kekerasan atau saksi untuk melapor tanpa harus melalui proses birokratis yang panjang. Aplikasi tersebut umumnya dilengkapi fitur keamanan identitas, rujukan otomatis ke lembaga pendamping, serta akses layanan darurat. “Bagi korban yang sedang mengalami kondisi traumatis, kecepatan dan rasa aman adalah kunci. Teknologi mampu menghadirkan itu,” ujarnya.

Selain itu, PSK menyoroti hadirnya dashboard keterbukaan informasi yang memungkinkan publik memantau perkembangan penanganan kasus, kinerja layanan publik, hingga statistik kekerasan berbasis gender dan usia. Menurut Anwar, keterbukaan seperti ini menekan budaya tertutup yang selama ini menjadi kritik banyak pihak terhadap lembaga negara maupun penyedia layanan.
“Ketika data dibuka, publik dapat menilai dengan objektif. Kritik tetap ada, namun berdiri di atas fakta, bukan asumsi,” tambahnya.

Inovasi lainnya adalah sistem pemantauan layanan publik secara digital, yang memungkinkan masyarakat memberikan umpan balik langsung terkait kualitas layanan kesehatan, kepolisian, hingga fasilitas pemulihan psikologis. Semua masukan tersebut diproses dalam satu sistem terpadu sehingga penyedia layanan dapat melakukan perbaikan lebih cepat dan efisien. Anwar menyebut pendekatan ini sebagai bentuk demokratisasi informasi yang memperkuat hubungan antara negara dan masyarakat.

PSK memandang tema “Teknologi untuk Kemanusiaan” sangat relevan bagi generasi muda yang ingin melihat persoalan HAM ditangani dengan cara yang modern, solutif, dan tidak terjebak pada pola kritik konfrontatif yang sering mengisi wacana publik. Pendekatan ini sekaligus menjadi penyeimbang terhadap kritik gaya lama yang cenderung menuntut tanpa menawarkan solusi.
“Generasi muda ingin partisipasi yang cepat dan konkret. Dengan teknologi, mereka bisa ikut mengawasi, melapor, dan berkontribusi langsung pada perbaikan,” kata Anwar.

Sebagai lembaga yang fokus pada trauma healing, PSK menilai bahwa teknologi juga membuka peluang baru dalam layanan pemulihan psikologis, seperti konsultasi daring, pendampingan berbasis komunitas digital, hingga modul-modul self-healing yang dapat diakses kapan saja. Langkah ini membuat korban kekerasan tidak lagi bergantung pada kunjungan fisik ke lembaga layanan yang mungkin jauh, mahal, atau sulit dijangkau.

Menutup pernyataannya, Anwar menyerukan agar seluruh pemangku kepentingan—pemerintah, lembaga layanan masyarakat, komunitas digital, dan kelompok relawan—bersinergi membangun ekosistem teknologi yang ramah bagi korban. “Teknologi seharusnya membuat kemanusiaan semakin kuat, bukan semakin jauh. Dengan inovasi yang tepat dan empati yang konsisten, kita bisa memastikan setiap korban mendapat ruang aman untuk pulih dan bangkit kembali,” tutupnya.

Ketua: Anwar Syadad | Fokus: Pemulihan Psikologis & Trauma Healing bagi Korban Kekerasan

Pewarta  fhari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *