Gerakan Bakti Desa, Langkah Nyata, Dinas Perikanan Sukabumi, untuk, Indonesia Emas 2045
Sri Padmoko: Desa Mandiri Kunci Kesejahteraan Nelayan Sukabumi
Dinas Perikanan Sukabumi Tegaskan Dukungan Penuh untuk Gerakan Bakti Desa
Momentum Hardesnas, Desa Pesisir Sukabumi Didorong Jadi Subjek Pembangunan
Gerakan Bakti Desa: Gotong Royong Wujudkan Desa Bersih dan Berdaya Saing
Hardesnas 2026, Dinas Perikanan Sukabumi Ajak Desa Kelola Perikanan Berkelanjutan
Sri Padmoko: Desa Kuat, Nelayan Sejahtera, Sukabumi Berdaya
Gerakan Bakti Desa Jadi Sarana Kebersamaan dan Kepedulian Lingkungan
Dinas Perikanan Sukabumi Apresiasi Peran Desa dalam Pembangunan Daerah
Hardesnas 2026, Desa Pesisir Sukabumi Didorong Jadi Motor Ekonomi Lokal
Gerakan Bakti Desa: Dari Kebersihan Lingkungan ke Kesejahteraan Nelayan
Sri Padmoko: Desa Produktif dan Ramah Lingkungan Wujudkan Sukabumi Unggul
Dinas Perikanan Sukabumi: Desa Mandiri, Perikanan Berkelanjutan, Masyarakat Sejahtera
Sukabumi Mubarokah, Maju, Unggul, Berbudaya, dan Berkah – Semangat membangun desa terus bergema di Kabupaten Sukabumi. Dalam momentum Hari Desa Nasional (Hardesnas) 2026 yang diperingati pada 11 Januari 2026, Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Gerakan Bakti Desa.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi, Sri Padmoko, A.Pi., M.P, menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan wadah penting untuk memperkuat peran desa, termasuk desa-desa pesisir dan perikanan, sebagai bagian integral dari pembangunan daerah.
“Gerakan Bakti Desa ini menjadi sarana mempererat kebersamaan dan gotong royong masyarakat desa. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, khususnya di wilayah perairan dan kawasan perikanan,” ujarnya.
Momentum Kesadaran Lingkungan dan Perikanan Berkelanjutan
Sri Padmoko menambahkan, Dinas Perikanan mendorong pemerintah desa agar memanfaatkan momentum Hardesnas untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Menurutnya, desa yang kuat dan mandiri akan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat, terutama nelayan dan pembudidaya ikan di Kabupaten Sukabumi.
“Melalui Gerakan Bakti Desa, kami berharap tercipta desa yang bersih, produktif, dan berdaya saing, sehingga sektor perikanan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
Desa Mandiri, Sukabumi Berdaya
Gerakan Bakti Desa menjadi simbol kebangkitan desa sebagai pusat kekuatan pembangunan. Dengan dukungan lintas sektor, termasuk dari Dinas Perikanan, diharapkan desa-desa pesisir mampu bertransformasi menjadi desa mandiri yang tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga meningkatkan daya saing ekonomi masyarakat.










