Ramadan di Tonjong: Dapur Gizi Satukan Hati dan Rezeki

Kopdud.com

ASTACITA, Berita, MBG, RI 1113 Dilihat

Kopdud.com,- Sukabumi – Aktivitas kendaraan yang tak pernah sepi di jalur Cibadak-Palabuhanratu tak menyurutkan suasana hangat yang terasa di area Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Tonjong 1, Kabupaten Sukabumi. Di lokasi yang berada di pinggir jalan utama itu, kegiatan berbagi dalam balutan program sosial rutin Ramadan menghadirkan nuansa kebersamaan antara pengelola dan para pekerja.

Setiap Sabtu selama bulan suci, SPPG Tonjong 1 menggelar kegiatan berbagi takjil dan buka puasa bersama yang melibatkan seluruh karyawan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kepedulian sosial sekaligus mempererat hubungan kerja yang selama ini terjalin.

Pemilik yayasan, Ucup Junansyah, bersama pengelola dapur, Zulfat, tampak turun langsung melayani para pekerja saat waktu berbuka tiba. Momen tersebut berlangsung tanpa sekat, menghadirkan kedekatan yang jarang terlihat dalam suasana kerja formal.

Zulfat menjelaskan, agenda berbagi ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bentuk komitmen sosial yang konsisten dilakukan selama Ramadan. Selain pembagian takjil, setiap Sabtu juga diawali dengan kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan sekitar, sejalan dengan petunjuk teknis dari Badan Gizi Nasional.

“Ramadan adalah momentum terbaik untuk memperluas manfaat. Kami ingin keberadaan dapur ini tidak hanya berfokus pada pelayanan gizi, tetapi juga memberi dampak sosial langsung bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Menurutnya, program Makan Bergizi yang dijalankan memiliki efek berantai terhadap sektor ekonomi lokal. Sejumlah pelaku usaha kecil, pemasok bahan makanan, hingga warga yang sebelumnya tidak memiliki pekerjaan kini ikut merasakan dampaknya.

“Pergerakan ekonomi di tingkat bawah terasa. Banyak warga yang kini punya kesempatan kerja dan tambahan penghasilan. Ini yang ingin terus kami jaga,” tambahnya.

Sementara itu, Ucup Junansyah menegaskan bahwa berbagai kegiatan sosial yang dilakukan dibiayai secara mandiri tanpa menggunakan dana pemerintah. Ia menyebut, komitmen tersebut sebagai bentuk rasa syukur sekaligus tanggung jawab moral kepada masyarakat.

“Kegiatan sosial ini murni dari dana pribadi. Kami ingin berbagi secara langsung dan memastikan manfaatnya dirasakan warga sekitar,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa sekitar 90 persen tenaga kerja di dapur tersebut berasal dari lingkungan setempat. Kebijakan itu diambil untuk membantu menekan angka pengangguran di Desa Tonjong dan sekitarnya.

“Prioritas kami jelas, warga sekitar harus menjadi bagian utama dari program ini,” katanya.

Manfaat keberadaan dapur pelayanan gizi tersebut dirasakan langsung oleh para pekerja. Devi Nur Aliyah, salah satu karyawan yang bertugas di bagian pemorsian, mengaku penghasilannya sangat membantu kebutuhan rumah tangga.

“Alhamdulillah, sejak bekerja di sini ekonomi keluarga lebih terbantu. Suasananya juga nyaman, jadi bekerja terasa ringan,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Renata Andani Putri, lulusan SMA yang baru bergabung sekitar satu bulan lalu. Ia mengaku sempat kesulitan mencari pekerjaan sebelum akhirnya diterima bekerja di dapur tersebut.

“Kesempatan kerja memang tidak mudah didapat. Saya bersyukur bisa bergabung di sini dan punya aktivitas yang produktif,” katanya.

Dengan kegiatan sosial yang terus digulirkan, pengelola berharap keberadaan SPPG Tonjong 1 dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi berkelanjutan, tidak hanya dalam penyediaan makanan bergizi, tetapi juga dalam memperkuat solidaritas dan perekonomian warga di sekitarnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *