Sukabumi – Pasca aksi protes ratusan warga Desa Sukatani, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, pada Senin (27/4/2026), yang menuntut perbaikan jalan kepada kepala desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sukatani menggelar pertemuan lanjutan bersama perwakilan warga di Aula Desa Sukatani, Rabu (29/4/2026). Pertemuan ini dihadiri unsur Forkopimcam, pengurus Paguyuban Kepala Desa dan Perangkat Desa Pajampangan (PKPP), BPD, serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi, Uus Firdaus.
Kehadiran Kepala Dinas PU menjadi bentuk respons langsung pemerintah daerah terhadap tuntutan warga. Usai pertemuan, Uus bersama jajaran meninjau sejumlah titik jalan yang menjadi sorotan masyarakat. Dari hasil peninjauan, ia menegaskan bahwa tingkat kerusakan pada beberapa ruas jalan sudah masuk kategori berat dan membutuhkan penanganan rekonstruksi.
“Kerusakan di atas 60 persen itu masuk kategori rekonstruksi. Jadi untuk 1 kilometer itu membutuhkan anggaran sekitar Rp1,9 miliar, itu pun dengan harga saat ini, belum termasuk eskalasi kenaikan harga,” ujar Uus.
Ia menambahkan, penanganan jalan rusak akan disesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah. “Kita menyesuaikan dengan kondisi keuangan. Kalau fiskal kita bagus, penanganannya bisa lebih panjang. Tapi upaya kita akan terus diperjuangkan supaya ada penanganan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Uus menyampaikan bahwa realisasi pembangunan sangat bergantung pada kondisi keuangan daerah, termasuk kemungkinan adanya alokasi melalui perubahan anggaran mendatang. “Realisasinya nanti tergantung kondisi fiskal daerah. Jadi di perubahan, mudah-mudahan ada penanganan,” tambahnya.
Terkait dua titik jalan yang menjadi perhatian utama warga, ia menegaskan bahwa prioritas akan ditentukan sesuai kemampuan anggaran. “Yang diprioritaskan tentu melihat kondisi keuangan,” singkatnya.
Selain itu, Uus menjelaskan bahwa status jalan di Desa Sukatani awalnya merupakan jalan desa, kemudian berubah menjadi jalan kabupaten, dan pada tahun 2026 kembali ditetapkan sebagai jalan strategis kabupaten. Dengan status tersebut, peluang pembiayaan pembangunan jalan lebih terbuka karena dapat didukung melalui anggaran pemerintah desa, daerah, hingga bantuan provinsi maupun pusat.
Sementara itu, perwakilan warga berharap agar pemerintah daerah segera merealisasikan perbaikan jalan, mengingat kondisi saat ini sangat menghambat akses ekonomi, mobilitas warga, serta aktivitas pendidikan dan pertanian.
Pertemuan ini diharapkan menjadi titik temu antara pemerintah dan masyarakat dalam mencari solusi terbaik atas persoalan infrastruktur. Selain meredam ketegangan pasca aksi warga, dialog tersebut juga memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya pembangunan jalan yang menjadi kebutuhan vital masyarakat Desa Sukatani.
Semangat Sukabumi Mubarokah, Maju, Unggul, Berbudaya, dan Berkah menjadi landasan dalam setiap langkah pembangunan. Dinas PU Kabupaten Sukabumi menegaskan bahwa perbaikan jalan bukan hanya soal infrastruktur fisik, tetapi juga tentang menghadirkan keberkahan, memperkuat konektivitas, dan mendukung kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.














