Legislator Turun Langsung Cek Bulog di Sejumlah Daerah, Partai Gerindra Kawal Swasembada Pangan Prabowo

ASTACITA18 Dilihat

Jakarta — Upaya menjaga ketahanan pangan nasional terus diperkuat. Sejumlah legislator dari Fraksi Partai Gerindra turun langsung ke lapangan melakukan pengecekan stok dan distribusi pangan di berbagai daerah, guna memastikan ketersediaan beras tetap aman di tengah tantangan perubahan iklim, termasuk fenomena El Nino.

Hal itu sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang juga ketua umum Partai Gerindra yang menekankan pentingnya kesiapan pangan nasional dalam menghadapi dampak El Nino. Karena itu, keberadaan cadangan beras yang kuat menjadi faktor strategis yang harus terus dijaga untuk masyarakat.

Anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Adik Sasongko, melakukan kunjungan kerja ke Gudang Perum Bulog Telukan, Sukoharjo. Dalam kunjungan masa reses tersebut, ia meninjau kondisi pergudangan, penyerapan hasil panen petani, serta kesiapan distribusi beras untuk kebutuhan bantuan pangan dan stabilisasi harga.

“Kami pastikan ketersediaan stok beras bagi masyarakat di wilayah Solo Raya tetap aman di tengah tantangan iklim El Nino. Dan terbukti stok beras aman, padi petani terserap dengan baik, kebutuhan untuk bantuan pangan juga terpenuhi,” ujar Adik Sasongko.

Ia menilai kondisi tersebut mencerminkan peran strategis Perum Bulog dalam menjaga ketersediaan, distribusi, serta stabilitas harga pangan pokok, sekaligus menopang ketahanan ekonomi daerah.

Pengawasan serupa juga dilakukan Kapoksi Gerindra Komisi VI DPR RI, H Khilmi, melalui inspeksi mendadak ke gudang Bulog di Kabupaten Lamongan. Dalam sidak tersebut, ia memastikan kecukupan stok dan kualitas beras tetap terjaga.

“Sidak ini sebagai wujud pengawasan aktif agar distribusi beras berjalan lancar dan tepat sasaran,” tegas legislator asal Gresik itu.

Selama peninjauan, H Khilmi memeriksa kondisi fisik gudang, kualitas beras, serta kesiapan komoditas pangan lain sebagai bagian dari cadangan pangan pemerintah. Ia juga menekankan kepada jajaran Bulog agar tidak hanya menjaga kuantitas, tetapi juga kualitas beras yang disalurkan melalui program bantuan pangan maupun skema stabilisasi pasokan dan harga.

“Kita ingin memastikan bahwa cadangan pangan pemerintah (CPP) dikelola dengan standar yang baik dan stoknya mencukupi untuk masyarakat, sehingga tidak ada kekhawatiran bagi masyarakat secara keseluruhan,” ujarnya.

Berdasarkan hasil pengecekan, stok beras di Gudang Bulog Babat Lamongan yang mencakup wilayah Lamongan, Bojonegoro, dan Tuban berada dalam kondisi stabil, bahkan disebut lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi ini dinilai menjadi sinyal positif di tengah fluktuasi harga dan pasokan pangan.

Sementara itu, Kapoksi Gerindra Komisi VIII DPR RI, M Husni, melakukan kunjungan ke Gudang Bulog Kanwil Sumatera Utara di Medan. Ia memastikan ketersediaan bahan pangan di wilayah tersebut dalam kondisi aman.

Berdasarkan data yang dihimpun, stok beras di Sumatera Utara mencapai 63.000 ton dan diproyeksikan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama lima bulan ke depan. Selain itu, tersedia stok minyak goreng program pemerintah Minyakita sebanyak 4,6 juta liter.

“Tadi kami cek total beras ada 63.000 ton, cukup untuk lima bulan. Stok Minyakita juga ada 4,6 juta liter. Ini instruksi Bapak Presiden agar tidak ada kekurangan di setiap wilayah, khususnya Sumatera Utara,” ujar Husni.

Ia menegaskan, pengawasan tidak hanya berfokus pada jumlah stok, tetapi juga pada potensi kendala distribusi yang dapat mengganggu pasokan di masyarakat. “Kami akan melihat kendala di lapangan untuk dimitigasi bersama Bulog, sehingga tidak terjadi gangguan distribusi maupun kelangkaan di masyarakat,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *