Dinas PU Sukabumi Rekonstruksi DI Cipamatutan Infrastruktur Pertanian Maju, Unggul, Berbudaya, dan Berkah

Dinas, INFRASTRUKTUR, PU16 Dilihat

Sukabumi – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi melalui UPTD PU Wilayah III Cicurug kembali menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga keberlanjutan infrastruktur pertanian. Pembangunan saluran Daerah Irigasi (DI) Cipamatutan di Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, resmi dimulai setelah terputus akibat banjir besar pada Agustus 2025, jelasnya.

Kepala UPTD PU Wilayah III Cicurug, Asep Saepuloh, menuturkan bahwa banjir pada 10 Agustus 2025 telah menggeser aliran sungai dan merusak tanggul penahan saluran irigasi. “Akibat pergeseran aliran sungai tersebut, tanggul tergerus dan saluran irigasi sepanjang kurang lebih 60 meter terputus,” ungkapnya.

Rekonstruksi yang berlangsung sejak Mei hingga Juni 2026 ini dirancang untuk mengembalikan fungsi vital DI Cipamatutan sebagai sumber pengairan lahan pertanian. Talang air baru dibangun dengan pondasi dan tiang beton, sementara bagian talang menggunakan plat baja agar lebih kokoh dan tahan terhadap kondisi lingkungan. Selain itu, bangunan pelengkap seperti penguras, ukur, dan sadap turut dibangun demi optimalisasi distribusi air, terangnya.

Asep menegaskan harapan besar dari proyek ini: “Dengan terbangunnya kembali saluran irigasi yang terputus ini, diharapkan Daerah Irigasi Cipamatutan dapat kembali berfungsi sehingga petani pengguna air dapat kembali melakukan penanaman padi,” jelasnya.

Proyek ini masuk dalam paket PJIP-43 dengan nilai kontrak Rp1.339.741.349 dan dikerjakan oleh CV Anggell Gemilang. Dukungan penuh datang dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Bupati dan Wakil Bupati, DPRD, Dinas PU, serta Forkopimcam Parungkuda. Ketua P3A DI Cipamatutan pun menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin, ungkapnya.

Pembangunan ini bukan sekadar rekonstruksi fisik, melainkan wujud nyata semangat Sukabumi Mubarokah: Maju dengan infrastruktur yang tangguh, Unggul dalam mendukung produktivitas petani, Berbudaya dengan menjaga harmoni masyarakat, dan Berkah karena memberi manfaat luas bagi kesejahteraan warga. Air yang kembali mengalir di Cipamatutan adalah simbol harapan baru bagi Parungkuda dan seluruh Sukabumi untuk terus tumbuh dan berkembang, tegasnya.

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *