Beasiswa Garuda Antar Sally ke Monash University Australia, Ingin Bangun Laboratorium Riset di Tanah Air

Berita15 Dilihat

Jakarta, 9 Juli 2026 – Perjalanan Salma Astami Putri, yang akrab disapa Sally, siswi SMA Negeri 3 Bandung, Jawa Barat, menjadi bukti bahwa mimpi besar dapat diraih melalui kerja keras dan tekad yang kuat.

Sebagai penerima Beasiswa Garuda Gelombang I, Sally berhasil diterima di Monash University, Australia, pada program studi Applied Data Science. Ini menjadi langkah awal menuju cita-citanya membangun masa depan riset Indonesia.

Di balik keberhasilannya, Sally mengaku masih sulit mempercayai bahwa impiannya kini menjadi kenyataan.

“Rasanya unreal banget. Masih kadang setengah nggak percaya juga. Tapi akhirnya setelah saya ingat-ingat lagi ke belakang, ternyata journey saya juga sudah sepanjang ini. Akhirnya saya mulai bangga juga sama diri saya sendiri dan semakin termotivasi untuk menjadi lebih baik lagi,” ujarnya usai mengikuti pembekalan penerima Beasiswa Garuda Gelombang I Tahun 2026 di Jakarta, Kamis (9/7).

Bagi Sally, memilih Beasiswa Garuda bukanlah keputusan yang datang begitu saja. Ia mengaku telah mempelajari berbagai peluang beasiswa sebelum akhirnya menemukan program yang paling sesuai dengan visi hidupnya.

“Saya mencari berbagai informasi mengenai beasiswa. Ada banyak sekali sebenarnya beasiswa yang disediakan untuk siswa seperti kita ini. Tapi setelah melihat profil saya dan rencana kontribusi yang ingin saya lakukan ke depan, saya merasa Beasiswa Garuda ini yang paling cocok dengan saya,” katanya.

Di Monash University, Sally akan mendalami Applied Data Science, bidang yang berfokus pada pengolahan dan pemanfaatan data untuk menjawab berbagai tantangan di masa depan. Namun, ia telah memiliki fokus yang lebih spesifik, yakni menggabungkan ilmu data dengan biologi.

“Untuk saya sendiri nanti akan memilih fokus di Biological Science and Genetics. Jadi akan ada kolaborasi antara biologi, khususnya genetika, dengan data yang ada sehingga ke depannya bisa memberikan manfaat yang lebih luas,” jelasnya.

Lebih dari sekadar mengejar prestasi akademik, Sally telah menyiapkan misi besar setelah menyelesaikan studinya. Ia ingin kembali ke Indonesia dan ikut membangun ekosistem riset yang lebih kuat.

“Kontribusi yang ingin saya capai adalah membantu sektor riset di Indonesia. Untuk jangka panjang, saya juga ingin membangun laboratorium sendiri di Indonesia yang membuka kesempatan bagi para pelajar untuk melakukan riset independen, seperti di negara-negara maju,” tuturnya.

Menurut Sally, kesempatan belajar di luar negeri harus menjadi bekal untuk menghadirkan perubahan nyata di Tanah Air, bukan sekadar pencapaian pribadi. Ia pun menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto dan seluruh pihak yang menghadirkan Beasiswa Garuda.

“Untuk Bapak Presiden Prabowo dan juga para pihak lainnya yang telah menyediakan Beasiswa Garuda ini, terima kasih banyak. Bersyukur dengan adanya program ini, banyak anak-anak dan siswa di Indonesia, termasuk saya, bisa menempuh studi yang lebih tinggi di luar negeri dengan kualitas pendidikan yang baik,” ucapnya.

Sally meyakini pengalaman tersebut nantinya dapat dibawa pulang untuk memperkuat kualitas riset dan pendidikan nasional.

“Dan nantinya kita juga akan bisa membawa yang serupa di Indonesia, sehingga Indonesia Emas 2045 bukan lagi sekadar mimpi, tetapi menjadi kenyataan,” tegasnya optimistis.

Selama empat tahun menempuh pendidikan di Australia, Sally bertekad terus mengembangkan diri agar dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

“Oleh karena itu, selama empat tahun studi saya di sana, saya akan terus berkembang menjadi lebih baik dan akhirnya bisa membantu lebih banyak orang lagi di Indonesia,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *