Banjir Padang: 120 Rumah Tergenang, 2 SPAM Rusak, Pemerintah Kebut Normalisasi

INFO BENCANA2 Dilihat

Jakarta, 13 Oktober 2026 – Pemerintah mempercepat penanganan banjir bandang di Kota Padang, Sumatera Barat. Banjir bandang melanda kota tersebut pada 10 Oktober 2026.

Pemerintah melakukan sejumlah langkah tanggap darurat. Langkah itu meliputi perbaikan alur sungai, pemulihan akses air bersih, dan pembangunan tanggul darurat untuk mencegah banjir susulan.

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan pemerintah bekerja tanpa jeda. Keselamatan masyarakat dan kelancaran mobilitas menjadi prioritas.

“Pemerintah bekerja tanpa jeda untuk memastikan keterisolasian wilayah bisa ditangani secepat mungkin. Keselamatan masyarakat dan kelancaran mobilitas menjadi prioritas,” ujar Dody, Selasa (13/10).

Banjir bandang berdampak pada sekitar 120 rumah yang tergenang. Bencana juga merusak jaringan irigasi, bendung, dan tanggul sepanjang 50 meter.

Selain itu, dua bangunan SPAM mengalami kerusakan. Pipa transmisi sepanjang 1,5 kilometer terputus dan satu masjid turut terdampak.

Kementerian PU melalui BWS Sumatera V Padang langsung melakukan tanggap darurat. Mereka memperbaiki alur sungai, membersihkan sedimen di bangunan intake, dan menyalurkan air bersih dengan lima mobil tangki.

Tanggul Darurat 200 Meter Rampung

BWS Sumatera V Padang merampungkan tanggul darurat di Perumahan Lumin Park. Tanggul berada di sepanjang Sungai Batang Air Dingin yang berhadapan langsung dengan permukiman.

Tanggul darurat memiliki panjang 200 meter dan tinggi sekitar 3 meter. Infrastruktur sementara ini memperkuat perlindungan permukiman dan mengurangi risiko luapan sungai saat hujan lebat.

Pembangunan tanggul mengerahkan tiga unit excavator. Alat berat mulai bekerja bertahap sejak Minggu (11/10).

Penyelesaian tanggul menjadi langkah awal mengendalikan risiko banjir. Pemerintah juga menyiapkan penanganan infrastruktur sungai secara menyeluruh.

Normalisasi Sungai dan Pengendali Banjir

Selain tanggap darurat, Kementerian PU menyiapkan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Program menyasar Sungai Batang Air Dingin dan Sungai Batang Kuranji.

Program ini memperbaiki kondisi sungai dan meningkatkan kapasitas pengendalian banjir.

Rencana pekerjaan meliputi normalisasi dan pembukaan alur sungai, peninggian dan pembangunan tanggul pengaman, serta pembangunan sabo dam dan check dam untuk mengendalikan aliran air dan sedimen.

Mobilisasi tambahan alat berat akan berlangsung bertahap mulai 15 Oktober 2026. Kementerian PU juga menyiapkan tim kaji cepat dari Balai Teknik Sungai dan Sabo.

Tim tersebut mengevaluasi kondisi lapangan dan memberikan masukan teknis untuk penanganan berikutnya.

Di kawasan muara, pengerukan akan mulai pada 13 Oktober 2026. Estimasi pengerjaan berlangsung sekitar dua bulan.

Tim pengukuran juga sudah menuju lapangan untuk menyiapkan pekerjaan permanen. Pembangunan check dam akan berlangsung selama enam bulan bersamaan dengan perbaikan tanggul dan normalisasi sungai.

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments